Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (BEM Rema UPI) kembali menghadirkan program penguatan tata kelola keuangan organisasi melalui kegiatan TRADISI (Transparansi Dana & Administrasi IUK). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta literasi keuangan bagi seluruh bendahara organisasi mahasiswa (ORMAWA) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di lingkungan UPI.
Kegiatan TRADISI dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025, secara daring melalui Zoom Meeting, dan diikuti oleh perwakilan bendahara dari berbagai ORMAWA dan UKM di Universitas Pendidikan Indonesia.
Program ini dirancang sebagai respons atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam proses administrasi pencairan dana IUK. Mulai dari ketidakpastian alur pengajuan, keterlambatan pencairan, hingga kurang optimalnya koordinasi dengan direktorat terkait. Kondisi tersebut diperparah oleh masih rendahnya kapabilitas literasi keuangan sebagian bendahara ORMAWA, sehingga berdampak pada efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program kerja organisasi.
Melalui forum TRADISI, BEM Rema UPI berupaya membangun ekosistem pengelolaan dana IUK yang lebih transparan, efisien, dan mudah diakses. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman bendahara ORMAWA dalam mengelola administrasi keuangan, mulai dari tahap pengajuan hingga pelaporan.
Rangkaian acara dimulai pada pukul 18.30 WIB dengan sesi persiapan dan briefing panitia. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana, Menteri Keuangan BEM Rema UPI, serta Presiden BEM Rema UPI. Dalam sambutannya, para pimpinan menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi sarana edukatif yang membantu bendahara memahami tata kelola keuangan organisasi secara lebih komprehensif.
Memasuki inti acara, peserta mengikuti sesi Sosialisasi IUK (Instrumen Umum Keuangan) yang dipandu oleh pemateri. Pada sesi ini, narasumber memaparkan alur pengelolaan keuangan organisasi, prosedur pelaporan, serta ketentuan terbaru yang wajib dipahami oleh seluruh bendahara ORMAWA dan UKM. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait mekanisme pencairan dana, pengisian dokumen, hingga studi kasus yang sering terjadi di organisasi masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi. Banyak bendahara memanfaatkan forum ini untuk mengklarifikasi kendala teknis yang selama ini menjadi hambatan dalam pengelolaan dana IUK. Diskusi yang berlangsung dinilai sangat membantu dalam menyamakan persepsi serta memperjelas alur administrasi keuangan di tingkat universitas.
Berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan kegiatan TRADISI secara umum berjalan dengan baik, namun masih terdapat beberapa catatan penting. Di antaranya adalah keterlambatan sosialisasi akibat menunggu keputusan dari pihak terkait, serta kendala pendataan bendahara karena kurang optimalnya koordinasi internal. Hal ini menjadi bahan refleksi untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.
Sebagai tindak lanjut, panitia merekomendasikan agar pimpinan BEM dapat melakukan koordinasi lebih awal dengan pihak direktorat, mempersiapkan sosialisasi sejak awal periode menggunakan dokumen tahun sebelumnya, serta menetapkan mekanisme pendataan bendahara yang lebih tegas dan terstruktur. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir keterlambatan serta meningkatkan efektivitas program.
Melalui kegiatan TRADISI, BEM Rema UPI menegaskan komitmennya dalam mendorong tata kelola keuangan organisasi mahasiswa yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda sosialisasi semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dana dan administrasi keuangan di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia.